Posted on

Cerita Kereta…

Keretaku Bercerita. Dan Ini yang Kudengar Darinya

Cantik Ekspres, ure my first

Pertama kalinya aku naik kereta api adalah sekitar tahun 2006 atau 2007,

waktu kuliah di Surabaya. Maklumlah, kota kelahiran dan tempat ku besar sudah tidak dilewati kereta api lagi sejak stasiunnya ditutup lebih dari 20 tahun yang lalu. Belum paham juga kenapa stasiun itu ditutup, kata ibuku sih karena Tuban itu cocoknya jadi pemberhentian terakhir, sayangnya Tuban bukan kota besar seperti Surabaya, makanya tidak boleh jadi pemberhentian terakhir, akhirnya begitulah nasibnya, stasiun harus berhenti beroperasi. Beberapa bulan belakangan terdengar gossip bahwa ada wacana stasiun Tuban akan kembali dihidupkan. Waktu aku pulang ke sana dan melewati stasiun yang bangunannya ala Belanda itu (bahkan rumah-rumah di sekitarnya ber arsitektur Eropa jaman penjajahan), kulihat bekas stasiunnya ditutup pagar tinggi dan sepertinya (sepertin

ya) ada kegiatan pembangunan di dalamnya. Kalau stasiun ini dibuka kembali, otomatis akan banyak rumah warga di sekitar stasiun yang dipindah (karena memang mereka menggunakan tanah milik PT. KAI) dan angkutan darat lain yang melalui Jalur Pantai Utara akan mengalami penurunan pendapatan. Well, apapun konsekuensinya, aku pikir masyarakat Tuban membutuhkan kereta api sebagai alternatif transportasi karena banyak penduduk Tuban yang menjadi perantauan, kayak aku, hehe..

Kereta api pertama yang kutumpangi adalah Kereta Api Cantik jurusan Jember-Surabaya. Dan kalimat pertama yang kuucapkan waktu dikasih tahu sepupuku bahwa aku bakal naik KA Cantik kelas bisnis adalah : “Hmm…nama keretanya sama kayak gue, Cantik.” Hahahaha, mungkin waktu itu sepupuku udah nyengir pingin nabok.

Jadi waktu itu aku berkunjung ke rumah sepupuku di Jember  bersama keluarga yang menjemputku di Surabaya. Dari Surabaya, kami pergi ke Jember dengan mobil pertama bapak (inget banget mobilnya Suzuki Carry yang kalau lari kenceng dikit serasa goyang-goyang mau limbung). Besoknya, keluarga udah balik ke Tuban dan aku tetap tinggal beberapa hari di Jember. Nah pas mau kembali ke Surabaya itulah aku naik si Cantik. Waw, so eksotis ya sensasi naik kereta api itu, tidak seperti ketika naik mobil yang baunya aneh – aneh bikin eneg dan mual. Dasarnya aku  memang HAMPIR PASTI MUAL kalau naik mobil/bis, saat itu langsung memutuskan bahwa SAYA SUKA NAIK KERETA API.

Mungkin karena kereta ini yang pertama kali kunaiki, aku merasa ada ikatan batin di antara kami (lebay). Makanya sangat sedih waktu tahu bahwa pada 1 Desember 2009 KA Cantik Ekspres dengan resmi berhenti beroperasi dengan alasan okupasi rendah. Gerbong Cantik Ekspres kemudian digunakan untuk kereta api lain, yaitu Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi dan berhenti di stasiun – stasiun berikut : Sidoarjo, Bangil, Pasuruan,Probolinggo, Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalisat, Kalibaru, Kalisetail dan Rogojampi..

Meski cuma sekali naik Cantik Ekspres, bagiku dia sudah memberikan banyak petualangan, karena dimulai dengan dialah aku menyukai perjalanan dengan kereta api dan berpetualang di dalamnya (walaupun belum banyak kereta api yang pernah kunaiki). Lain kali kalau kangen dengan Cantik Ekspres, aku akan naik Mutiara Timur dan bilang kepada petugas penjaga loket tiket : “ Mbak, saya mau naik Mutiara Timur tapi yang kursinya ada di gerbong bekas Cantik Ekspres.”

2 responses to “Cerita Kereta…

  1. haisistha

    nama blognya suka jagung tp isinya tentang kereta..
    hoho Pertamax nih ane, gan!

    congrats buat loncing blog nya.
    rajin2 nulis yo b^^d

  2. Yo sis,kalo gak males ngoprek blog…hakhakhak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s