Posted on

just little note about life and death

Minggu ini beberapa org yg sy kenal meninggal.Nenek  meninggal,bapak penjaga kosan yg baik dan sering menolong saya juga tb2 meninggal ketika dia mencari nafkah di tanah Sumatra untuk anaknya yang akan kuliah di UGM.

Setiap kematian membuat sy mempertanyakan banyak hal :

Apa hal terakhir yg sy katakan pd mereka?*Hal baik kah?Bentakan kah?Terima kasih kah?

Wajah sperti apa yg sy tampilkan pd mereka terakhir kami bertemu? *Senyum kah?Wajah masam kah?Mata tajam atau lembut?

Apa sy sdh ckup memberikan cinta yg berkualitas pd mereka?

Bagaimana hubungan kami terakhir kali bertemu?*Baik kah?Benci kah?

Apa jadinya jika kita kehilangan seseorang yang dekat dengan kita ketika hubungan kita kurang baik dan  kata-kata terakhir yang kita ucapkan padanya adalah kata-kata buruk yang menyakiti? Demi Rabb yang menguasai kita semua, rasanya sakit, menyesal  dan sedihnya jauh melampaui kesedihan karena kehilangan itu sendiri.

Tiga tahun lalu saya kehilangan sahabat yang saat itu paling dekat dengan saya dan kemana2 sama dia. Biasanya kami akur, kalaupun bertengkar pasti tidak akan lama. Kami kompak dalam banyak hal, hubungan kami baik, hubungan keluarganya dg keluarga sy jg baik. Tapi entah mengapa justru di akhir2 hidupnya seperti ada jarak jauuuh yang memisahkan kami. Terakhir kali kami bertemu, wajah yg sy tunjukkan adalah wajah masam dan kesal, kata terakhir yg sy ucapkan adalah penolakan bantuan, perasaan terakhir yg sy rasakan adalah kebencian. Dan sy masih menyesali mengapa sy seperti itu pd almarhum. Padahal saya sangat menyayanginya.

Almarhum sahabatku,Rendra Wasana Putra

Kiita tidak tau sampai kapan kita diperjodohkan oleh Allah dengan org2 di sekitar kita. Kematian adalah hak mutlak-Nya. Kita tdk berhak protes dan tdk bisa mengubah apapun tentang waktu kematian. Tapi ada satu hal yang bisa kita lakukan sebagai manusia, yaitu memberikan waktu berkualitas dan penuh manfaat pada orang2 yg kita cintai dan mencintai kita.

Orang2 slalu berkata bahwa ketika melihat kuburan maka akan mengingatkan kita pada kematian (kalau tdk salah dr hadist , CMIIW). Bagi saya, kuburan justru mengingatkan sy pada kehidupan, tempat di mana masih bisa kita mencari bekal untuk dunia setelah ini. (tentu sj ingat kematian jg)

Kematian selalu memberi kita hikmah ya?Kematian sahabat sy mendorong sy untuk memperlakukan teman2 dg lebih baik, kematian sahabat sy lah yg membuat sy pada akhirnya mengatakan ‘I love u’ pada ibu,dan kematiannya pula yg mengingatkan sy setiap kali sy memperlakukan orang tua dengan buruk.

Hebat ya, si kematian ini teh?Hebat dia, bisa memisahkan kita dengan jarak yg tak terjangkau manusia kecuali dengan doa-doanya. Hebat dia, bisa membuat wanita-wanita menangis kehilangan. Hebat dia, tidak menyisakan apapun di dunia jikalau kita tak punya amal soleh,anak yg mendoakan,dan ilmu yg bermanfaat.

Tau apa yg lebih hebat dr kematian?Yap,kehidupan. Karena kehidupan bermanfaat membuat kita punya ilmu dan amal, kehidupan yg baik membuat kematian tidak membawa kesengsaraan tapi justru kebaikan, kehidupan yg penuh kasih sayang membuat org yg mati menyisakan kisah yang penuh senyum bagi orang2 yg ditinggalkan. Kehidupan membuat kita bisa berukhuwah dan sama2 mempersiapkan kematian.

Maka,berikan dirimu yg terbaik pada orang-orang di sekitarmu mumpung masih hidup, mumpung mereka masih bisa merasakan bahwa kita mencintai mereka. Setidaknya, lakukan 6 hal yg diperintahkan Rasul untuk kita lakukan kepada sesama muslim (urutannya lupa,hehe, CMMIIW) : 1.jika bertemu dg sesama muslim, salinglah mengucapkan salam;2.Jika dia bersin dan mengucap Alhamdulillah, ucapkanlah yarhamukillah;3.Jika dia mengundangmu dalam hajatannya,maka penuhilah; 4. Jika dia sakit maka tengoklah; dan 5.JIka dia meninggal maka turutkanlah dia ke makamnya,dan 6.JIka dia meminta nasihat maka nasihatilah.

Satu lagi yg kita bisa lakukan utk saudara kita, yaitu senyum. Kata Rasul تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ (“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“)…Jarir bin Abdullah al-Bajali radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melarangku untuk menemui beliau sejak aku masuk Islam, dan beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memandangku kecuali dalam keadaan tersenyum di hadapanku.

Mari mencontoh beliau dg selalu memberikan wajah terbaik kepada saudara kita, supaya Allah pun senang melihat kita. Dan ketika salah seorang saudara kita meninggal, maka yg kita ingat adalah : “Oh,terakhir kali kami bertemu, saya tersenyum dan memeluknya erat-erat supaya berkuranglah perasaan sedih di hatinya karena penyakit. Sy sudah memberikan waktu terbaik sy untuk dia dan hubungan kami baik ketika kami harus dipisahkan oleh Allah melalui kematian.”

Ada sebuah dorama yg sgt berbekas dalam hati sy,jduulnya Proposal Daisakusen. Kita tdk bisa kembali ke masa lalu seperti dalam film itu, tapi pesan yg sy dpt dr film itu adalah, bahwa jika kita punya perasaan baik pd orang lain, maka ucapkan saja tanpa perlu menunda-nunda. Karena kita tidak tahu apa besok masih bisa mengucapkannya. Seperti pipis kalo ditahan kan jadinya sakit, hehe…

Baiklah teman2,selamat menjalani kehidupan dan selamat memberikan yg terbaik bagi saudara2mu,orang tua mu, suami/istrimu, anak2mu, teman2mu, dan lain-lain….Love you all.

-Dini,di antara UAS dan tugas-

*CMIIW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s